Cerpen : Tuhan Tidak Menciptakanmu Berbeda (?)

“Tuhan tidak menciptakanmu sebagai waria, Dia menciptamu sebagai laki-laki. Manusia yang sama haknya dengan manusia lain. Jadi soal ini, kamu perlu memikirkannya lagi.”               Aku memeluknya sebelum meninggalkannya sendiri di kamarku. Kukira kesendirian akan membuatnya lebih tenang. Dia butuh waktu dan ruang untuk menyampaikan asa kepada Tuhan. Menyatukan hamba dengan Sang Pencipta. Ya, tentu…

Karena Sudah Lama

Menghirup udara yang terhembus dari nafas pagi Tak lagi kurasakan sejuk yang pernah menelusup di alveolus paru-paru Hanya sesak penuh debu yang tersaring di jaring-jaring Mengapa, siapa yang harus kutanya O, mungkin saja karena sudah lama, aku tak berteriak nyaring Menjajaki jalan kerikil sepanjang tanjakan bukit di siang hari Memaksaku ‘tuk kerap berteriak dalam hati…

Hiduplah Seperti….

Beberapa hari ini saya banyak mendapat inspirasi tentang falsafah hidup dari orang-orang hebat. Ya meskipun mereka berasal dari beragam jabatan, status pendidikan, bahkan mungkin berbeda keyakinan, tapi bagi saya falsafah hidup mereka begitu hebat. Sehebat orang-orang yang telah berhasil mengarungi hidup dengan makmur sejahtera tanpa pertimbangkan materi. Tidak perlu rakus. Hidup itu memang mengejar kemakmuran.…

Dari Sebuah Komunitas Bocah Alasan #4

Pernah saya mengunjungi sebuah desa di atas gunung sebelah selatan Yogyakarta. Desa yang hijau, desa penuh harmoni. Adat, ilmu, dan agama mencoba diharmoniskan di sini. Desa ini sering menjadi target para peneliti, lokal, nasional, bahkan internasional. Di sini ada mutiara hijau yang mungkin saja menjadi incaran pemburu proyek internasional. Mungkin menggiurkan. Tapi tak akan ada…

Kata Bapak

Kata Bapak…orang hidup itu harus punya kecerdasan sosial. Bagaimana bisa kita hanya pandai dalam rumus dan teori, tetapi tidak cerdas mempraktikan pergaulan publik yang ramah terhadap semua orang. Maka orang hidup harus berusaha agar ia diterima oleh publik. Peluang-peluang untuk bergaul dengan masyarakat dan selalu mencari kenalan baru, insya Allah akan membuka pintu rejeki. Kata…

Dari “D” untuk “D”

D..ternyata namamu dibuka dengan huruf yang sama dengan namaku. Rasanya sampai saat ini pun aku masih ingat bagaimana pertama kali aku mengenalmu, D. Aku gak pernah menyangka jika pada akhirnya aku akan menuliskan curhatan ini untukmu. Mungkin aku gak akan mengulas bagaimana suka duka ketika aku bersamamu sejak awal hingga saat ini. Namun, saat ini,…

Dari Sebuah Komunitas ‘Bocah Alasan’ #3

Kakiku masih menapak. Menyusuri kota ini dari waktu ke waktu tidak membuatku jenuh. Tidak juga lelah. Tertantang. Globalisasi melukiskan banyak paradoks di sini. Bukan hanya soal ekonomi, tapi budaya dan sosial. Ya, globalisasi menjadikan skenario kehidupan di tempat ini menjadi semakin “lucu”. Paradoks ini semakin lama semakin menarik untuk didongengkan. Nanti kalau sudah tua, aku…