Cermin

Cermin
Pagi ini aku tatap cermin itu
Ya, seperti biasa yang tampak adalah sosok diriku
Awalnya aku tersenyum melihat penampakanku di cermin
Agaknya lebih lumayan daripada ketika aku kecil dulu
Cermin
Aku berkaca pada cerminku sendiri
Memperhatikan setiap bentuk dan dimensi diriku
Tapi aku mulai ragu
Apakah ini sebenarnya sosok diriku?
Aku ragu, mengapa kali ini aku terlihat begitu lebih baik
Daripada apa yang diomongkan mereka kemarin
Kata mereka, aku ini terlalu berlebihan
Kata mereka, lebih baik aku melihat kembali kekurangan yang ada
Tapi dalam cermin itu, aku hanya melihat sosokku
Kulihat lagi apa yang berlebihan
Aku pun tak lupa cermati setiap kekurangan
Lantas apa yang harus dibingungkan, diragukan
Bukankah setiap insan tak luput dari kekurangan dan kelebihan
Tapi mengapa kadang aku ragu pada cerminku sendiri
Bagaimana jika apa yang ditampilkan cerminku tak sama dengan cermin mereka
Orang lain punya cermin, aku pun punya cermin sendiri
Kenapa harus bercermin dengan cermin orang lain?
Kenapa ragu pada cermin diri sendiri?
Ah sepertinya aku mulai galau, kenapa tidak aku gunakan saja keduanya
Atau sama sekali tidak menggunakan keduanya
Lantas, mengapa aku terus mempermasalahkan soal cermin?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s